Bina Pertiwi bersama Komunitas Eco-Enzyme Bandung Melakukan Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari limbah makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Meskipun dapat terurai secara alami, akan tetapi jika sampah organik tidak terolah dengan baik dapat memberikan dampak yang buruk bagi keberlangsungan lingkungan dan makhluk hidup. Sampah organik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menghasilkan gas metana (CH4) dan karbondioksida yang berbahaya bagi makhluk hidup dan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global akibat efek rumah kaca.
Untuk mengurangi dampak tersebut, Bina Pertiwi bersama komunitas Eco-Enzyme Bandung, Jawa Barat melakukan sosialisasi pemanfaatan dan pengolahan sampah organik menjadi cairan eco-enzyme pada Jumat (03/03/2023). Berlokasi di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kegiatan sosialisasi diisi dengan pemberian materi yang diberikan oleh Bapak Dodi (Komunitas Eco-Enzyme Bandung) kepada masyarakat setempat.
Cairan eco-enzyme akan diolah menjadi barang yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti sabun. Sabun ini dapat digunakan sebagai sabun mandi, sabun cuci piring, detergen dan lainnya. Pembuatan sabun dari cairan eco-enzyme dilakukan secara bersama oleh perwakilan Bina Pertiwi, Komunitas Eco-Enzyme dan masyarakat.
Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah organik dengan memanfaatkannya sebagai barang yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.

